Mau Nikah Muda? Pahami Dulu Hal-hal Ini

Akhir-akhir ini memang cukup banyak anak muda yang berencana untuk nikah muda. Definisi dari menikah saat muda memang cukup rancu, namun lebih mengarah pada usia pasangan yang akan menikah tersebut. Beberapa orang ada yang menganggap bahwa pernikahan muda adalah pernikahan dini yang dilakukan sebelum usia 18 tahun. Namun banyak juga yang menganggap definisi pernikahan muda dilakukan di rentang usia 18 sampai 25 tahun.

Bagaimanapun sudut pandang definisi pernikahan muda, menikah di usia yang terbilang masih muda memang sah-sah saja. namun yang terpenting adalah kesiapan dari segi mental maupun finansial. Sayangnya sekarang ini nikah muda sudah dijadikan trend tersendiri. Anak muda cenderung menggebu nggebu mengampanyekan dirinya ingin menikah di usia masih muda. Namun tidak disertai dengan kesiapan secara lahir maupun batinnya.


Banyak orang mulai tak ragu untuk menikah di usia 20an. Meskipun si wanita maupun si pria tersebut masih terhitung belia. Biasanya karena membayangkan kehidupan pernikahan yang penuh warna dan membahagiakan karena bisa bersama-sama setiap hari. Seakan-akan mendambakan teman hidup untuk menemani sepanjang hari. Padahal menikah bukanlah soal rasa bahagia yang akan didapatkan, melainkan segala macam keadaan untuk memasuki kehidupan yang lebih serius.

Mari kita simak lebih dalam tentang fakta-fakta nikah muda dan bagaimana seseorang dapat dikatakan siap untuk menikah di usia dini. Bagi Anda yang berencana untuk menikah di usia muda, wajib membaca ulasan kali ini sampai selesai.

Batas Usia Ideal Untuk Menikah

Sebenarnya batas usia ideal untuk menikah itu berapa? Dari pemerintah sendiri sebenarnya sudah memberikan peraturan perundang-undangan tentang batas yang ideal untuk menikah. Menurut ketetapan undang-undang, pernikahan diperbolehkan apabila sudah berusia  19 tahun untuk pria dan berusia 16 tahun untuk wanita. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa pernikahan muda menjadi tren tersendiri dan pemandangan yang sudah biasa di negara Indonesia. Bahkan cenderung hampir dimuliakan daripada orang yang tak kunjung menikah di usia diatas 25 tahun.

Padahal tahukah Anda, menurut data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, melaporkan kasus perceraian dialami 50% dari nikah muda. Rata-rata alasan para remaja menikah di usia belasan hingga 20 tahun, yaitu karena alasan adat atau kehamilan diluar nikah. Masih banyak anak remaja yang belum cukup dewasa, dalam hal ini adalah kematangan berpikir untuk menyelesaikan masalah, sehingga tak sedikit yang berakhir pada perceraian.

Baca Juga : Makna Komitmen Dalam Pernikahan, Yakin Siap Nikah?

Edukasi tentang nikah di usia muda sangat penting di zaman modern saat ini. Terutama dari segi faktor lingkungan yang membuat pernikahan muda jadi sesuatu hal yang sangat biasa. Pada anak remaja belum cukup berpengalaman dalam menghadapi konflik rumah tangga yang tentunya akan sangat berbeda dari pertengkaran saat masa-masa pacaran.

Sebelum Nikah Muda, Ketahui Fakta-fakta Ini

Ada beberapa fakta yang harus Anda pertimbangkan sebelum memutuskan menikah di usia muda. Berikut ini beberapa fakta yang harus diketahui:

Organ reproduksi yang belum berkembang sempurna.
Jika dilihat dari perkembangan organ reproduksi pada usia 20 tahunan, ternyata resiko kematian meningkat 2 sampai 4 kali lipat pada wanita yang hamil di usia sebelum 20 tahun. Hal tersebut karena organ reproduksi wanita belum matang sempurna sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya eklampsia, pendarahan setelah persalinan, preklamsia hingga keguguran.

KDRT tentang terjadi pada pasutri muda.
Berdasarkan penelitian frekuensi kekerasan dalam rumah tangga atau yang sering disebut KDRT, ternyata cenderung dialami pada pasangan suami istri muda. Sekitar 44% diantaranya mengalami frekuensi KDRT tinggi dan 56% mengalami KDRT frekuensi rendah. Hal seperti ini terjadi karena kurangnya persiapan mental pasangan muda untuk menghadapi konflik di rumah tangga mereka.

Waspada dengan perceraian.
Tak sedikit juga kasus perceraian menghantui orang-orang yang memutuskan untuk nikah muda. Saat ini angka perceraian di rentang usia 20 sampai 24 tahun lebih tinggi, baik di kota maupun di pedesaan. Alasannya juga cukup beragam mulai dari perbedaan prinsip, perekonomian, perselingkuhan hingga KDRT.

Selain beberapa fakta tersebut, menikah pada usia muda ternyata sering memicu gangguan psikologis. Beberapa hal yang dirasakan seperti gangguan kecemasan, gangguan mood dan depresi. Tentu saja hal tersebut masih berkaitan dengan kesiapan mental pasangan suami istri muda dalam membina rumah tangga.

Jika Merasakan Hal Ini, Berarti Anda Siap Untuk Menikah Muda

Meskipun banyak fakta tak sedap dari pernikahan muda serta kasus-kasus hingga perceraian, nama sebenarnya memutuskan menikah di usia muda bukan hal yang tabu. Jika Anda merasakan hal-hal ini, berarti Anda memiliki kesiapan untuk menikah di usia muda:

Mengambil keputusan dalam pikiran yang jernih.
Salah satu tanda bahwa seseorang siap untuk berkomitmen dalam pernikahan yaitu selalu mengambil keputusan dengan pikiran yang jernih. Anda mulai menyadari bahwa menyelesaikan masalah berdasarkan emosi tidak akan menuntaskan apapun. Setiap keputusan membutuhkan pertimbangan yang harus didiskusikan dengan baik sebelumnya.

Memiliki perencanaan masa depan yang matang dan cara mewujudkan.
Seseorang dapat dikatakan dewasa apabila mereka memiliki perencanaan yang matang terhadap masa depannya, terutama dalam hal menikah muda. Dirinya menyadari bahwa rumah tangga tidak sama dengan hubungan pacaran, yang ketika tidak cocok maka bisa memutuskan untuk pisah.

Menyadari bahwa pasangan tidak selalu seperti yang diinginkan.
Salah satu kunci sukses dalam sebuah pernikahan yaitu penerimaan. Memutuskan untuk tinggal satu atap dengan pasangan berarti harus menerima apapun keadaan mereka nantinya, bagan atau sikap dan sifat yang sebelumnya tidak diketahui. Menerima satu paket termasuk kekurangan dan kelebihannya.

Baca Juga : Cara Sederhana Ini Bisa Membahagiakan Dan Menyenangkan Hati Istri

Mandiri secara finansial.
Penyebab utama dari kasus perceraian yaitu masalah ekonomi. Masalah ini sering menjadi hal sensitif yang pada akhirnya memicu pertengkaran dan menyebabkan pernikahan berakhir di meja perceraian. Tidak harus kaya sebelum memutuskan untuk menikah, tapi paling tidak Anda tahu cara membiayai pengeluaran keluarga kecil Anda nantinya.

Tips Saat Ingin Menikah di Usia Muda

Di zaman yang modern saat ini memang nikah muda adalah salah satu hal yang sudah biasa. Dengan berbagai alasan, tak sedikit anak muda sekarang yang ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan di usia yang masih belia. Sebenarnya tak masalah, asalkan niat menikah untuk menyempurnakan ibadah. Bukan sebagai salah satu jam gengsi atau pamer saja.

Salah satu tips jika ingin menikah di usia muda yaitu niatkan di Anda untuk membahagiakan orang tua, bukan hanya sekedar untuk membahagiakan diri sendiri. Belajarlah untuk terus memantaskan diri. Mungkin tahun-tahun pertama akan terasa sangat sulit. Ada banyak ujian mental yang harus dihadapi, mulai dari ego masing-masing, pada ekonomi, jika ketidakcocokan visi dan misi.

Memutuskan untuk menikah dan mengucapkan janji suci pernikahan, berarti memutuskan untuk menerima segala hal yang akan terjadi di masa mendatang. Menerima jika pasangan tidak lagi sama seperti awal perkenalan atau masa pacaran. Penerimaan bukan hanya tentang kelebihannya saja, melainkan juga kekurangannya.

Baca Juga : Menikah Beda Usia Jauh? Tak Masalah Jika Paham Ini

Setiap hari adalah untuk belajar agar lebih baik dari hari yang sebelumnya dan bangun rumah tangga bersama-sama serta saling melengkapi satu sama lain. Itulah beberapa tips untuk Anda yang ingin nikah muda, sehingga hubungannya bisa berjalan dengan harmonis.

Keyword: Nikah muda

Deskripsi: Nikah muda saat ini sedang menjadi trend tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia. Namun hal ini harus dilakukan dengan baik dari kedua pasangan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel